30.2 C
Jakarta
Wednesday, November 25, 2020
Beranda NASIONAL Teten Masduki : Baru 13% Pelaku UMKM yang Masuk Marketplace Baru

Teten Masduki : Baru 13% Pelaku UMKM yang Masuk Marketplace Baru

Jakarta, UMKMAJA.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki menjelaskan bahwa para baru 13% pelaku UMKM yang masuk dalam marketplace atau e-commerce saat ini baru mencapai 8 juta dari total para pelaku UMKM di dalam negeri. Untuk rencana target tahun ini kita dorong 10 juta para pelaku UMKM masuk dalam pasar marketplace.

“Kita diminta untuk meningkatkan agar menjadi 10 juta yang masuk dalam market place baru dan kita berharap bisa melampaui target. Sebab itu saat in kita sedang siapkan pelatihan dan infrastruktur agar banyak para pelaku UMKM yang menguasai market digital. Keuntungan transformasi digitalisasi bukan sekadar akses target pasar yang lebih besar, tapi juga akses ke pembiayaan atau finansial akan lebih mudah ke depannya,” ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Dia berharap dengan pelatihan secara masif menjadi pencetus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa lebih meningkatkan inovasi branding produk melalui transformasi ke media digital. Pasalnya, saat ini UMKM yang bisa bertahan dari krisis di saat pandemi Covid-19 rata-rata adalah para pelaku usaha yang melakukan penyesuaian produk dengan permintaan pasar dan bertransformasi ke digitalisasi.

Dia memahami bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini, untuk terus meningkatkan pasar produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) cukup sulit. Namun dengan melakukan kolaborasi diyakini akan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi perekonomian serta diharapkan mampu menekan kemiskinan di saat masa sulit pandemi Covid-19.

“Saat ini ada 18 dari Kementerian dan 40 dari lembaga yang menangani UMKM. Kita sedang susun sistem kebijakan terpadu satu pintu nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan arah pembangunan ekonomi,” kata dia.

Upaya tersebut untuk membendung agar tidak terjadi peningkatan gelombang kemiskinan dan juga peningkatan pengangguran yang kian melebar dari mandeknya bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab itu perlu upaya untuk membangkitkan kegiatan sosial dan buday dan Ekonomi dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan.

Sebelumnya diberitakan 1 juta pelaku usaha yang mulai Go Digital sejak 14 Mei 2020. Peningkatan target pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masih belum mencapai target dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan 10 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Diharapkan para pelaku usaha untuk memulai Go Digital untuk meningkatkan permintaan pasar dan mendapatkan akses pembiayaan modal kerja dari pemerintah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Ini Syarat Penerima Bantuan UMKM Rp 2,4 juta

Sebelumnya pemerintah telah merencanakan untuk mengeluarkan bantuan tunai kepada UMKM dengan sebesar Rp 2,4 juta, berikut adalah syarat untuk mendapatkan bantuan...

Agustus, Rencana Bantuan Rp 2,4 juta untuk UMKM akan diumumkan

Jakarta, UMKMAJA.id - Bulan Agustus rencana pemerintah mengumumkan bantuan Rp 2,4 juta bagi pelaku UMKM produktif. Rencana Pemerintah untuk...

Bank Sinarmas Siap Dukung Program Digitalisasi 10 juta UMKM

Kerjasama antara e-commerce dan Bank Sinarmas siap dukung program digitalisasi 10 juta UMKM. Bank Sinarmas juga siap akan menyelenggarakan...

Begini Cara Mendapatkan Pinjaman Hingga 200 juta untuk UMKM Dari Pertamina!

UMKMAJA.id - Kabar gembira bagi para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. PT Pertamina akam memberikan pinjaman bagi para mitra yang sudah...

Recent Comments